Dalam dunia pendidikan tinggi, jurusan Soshum (Sosial dan Humaniora) sering dipersepsikan memiliki peluang kerja yang lebih terbatas dibandingkan jurusan Saintek, sehingga peminatnya cenderung lebih rendah. Padahal, terdapat sejumlah jurusan Soshum sepi peminat namun memiliki peluang kerja tinggi karena keahliannya tetap dibutuhkan di sektor pemerintahan, swasta, maupun lembaga non-profit.
Secara umum, jurusan Soshum merupakan kelompok jurusan kuliah yang mempelajari manusia, budaya, dan kebijakan publik. Bidang ini menekankan pemahaman terhadap perilaku sosial, proses perubahan masyarakat, serta peran kebijakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jurusan Soshum sepi peminat namun mempunyai prospek kerja yang tinggi sebagai bahan pertimbangan.
Table of Contents
Toggle10 Rekomendasi Jurusan Soshum Sepi Peminat dengan Peluang Kerja Tinggi

Jurusan Soshum tetap memiliki peluang kerja tinggi karena keahliannya dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, swasta, hingga lembaga non-profit. Oleh karena itu, berikut jurusan Soshum sepi peminat dengan peluang kerja tinggi yang layak dipertimbangkan.
1. Jurusan Kearsipan
Jurusan Kearsipan merupakan bidang studi yang mempelajari pengelolaan dokumen dan arsip secara sistematis, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Jurusan ini memang cenderung sepi peminat karena sering dianggap bersifat administratif dan kurang menonjol. Padahal, arsip memiliki peran krusial sebagai sumber informasi, bukti hukum, serta dasar pengambilan keputusan dalam berbagai lembaga.
Pada jenjang pendidikan, Jurusan Kearsipan tersedia mulai dari Diploma III, Diploma IV, hingga Strata 1, bahkan dapat dilanjutkan ke Strata 2 di bidang ilmu informasi atau kearsipan. Lulusan D3 umumnya menyandang gelar A.Md., lulusan D4 bergelar S.Tr., sedangkan lulusan S1 memperoleh gelar S.Sos. atau S.Hum., tergantung kebijakan perguruan tinggi. Selama perkuliahan, mahasiswa dibekali keahlian teknis dan manajerial seperti klasifikasi arsip, penyimpanan data, pemeliharaan dokumen, hingga penerapan sistem kearsipan modern berbasis teknologi.
Dari sisi peluang kerja, lulusan Jurusan Kearsipan memiliki prospek yang cukup menjanjikan dan stabil. Kebutuhan tenaga arsiparis terus meningkat di instansi pemerintah, BUMN, lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga perusahaan swasta. Selain itu, keahlian kearsipan juga membuka peluang karier di bidang administrasi strategis, pengelolaan data, dan manajemen informasi yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi di dunia kerja.
2. Jurusan Ilmu Perpustakaan
Ilmu Perpustakaan kerap dipandang sebagai jurusan yang identik dengan buku dan ruang baca yang sepi. Persepsi tersebut membuat peminatnya tidak terlalu banyak, meski perannya justru semakin penting di tengah arus informasi yang terus berkembang. Jurusan ini tidak hanya membahas pengelolaan koleksi bacaan, tetapi juga bagaimana informasi disusun, diakses, dan dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat.
Pada jenjang pendidikan, Jurusan Kearsipan tersedia mulai dari Diploma III, Diploma IV, hingga Strata 1, bahkan dapat dilanjutkan ke Strata 2 di bidang ilmu informasi atau kearsipan. Lulusan D3 umumnya menyandang gelar A.Md., lulusan D4 bergelar S.Tr., sedangkan lulusan S1 memperoleh gelar S.Sos. atau S.Hum., tergantung kebijakan perguruan tinggi. Selama perkuliahan, mahasiswa dibekali keahlian teknis dan manajerial seperti klasifikasi arsip, penyimpanan data, pemeliharaan dokumen, hingga penerapan sistem kearsipan modern berbasis teknologi.
Peluang kerja lulusan Ilmu Perpustakaan terbilang luas dan tidak terbatas pada perpustakaan konvensional. Lulusan dapat berkarier sebagai pustakawan profesional, pengelola arsip digital, staf dokumentasi, hingga information officer di lembaga pemerintah, institusi pendidikan, perusahaan, dan pusat riset. Dengan kebutuhan pengelolaan informasi yang terus meningkat, jurusan ini menawarkan prospek kerja yang cukup menjanjikan meski masih tergolong sepi peminat.
3. Jurusan Perpajakan
Jurusan Perpajakan tersedia dalam beberapa jenjang pendidikan, mulai dari Diploma III, Diploma IV, hingga Strata 1, dan dapat dilanjutkan ke Strata 2 di bidang perpajakan atau akuntansi. Lulusan D3 umumnya menyandang gelar A.Md., lulusan D4 bergelar S.Tr., sedangkan lulusan S1 memperoleh gelar S.Ak. atau S.Sos., tergantung kebijakan perguruan tinggi. Meski sering dianggap penuh hitungan dan aturan yang rumit, jurusan ini justru memiliki peran strategis dalam sistem keuangan negara maupun keberlangsungan bisnis.
Dalam perkuliahan, mahasiswa Perpajakan mempelajari berbagai jenis pajak, administrasi perpajakan, perencanaan pajak, hingga analisis kebijakan fiskal. Materi yang dipelajari bersifat aplikatif dan sangat dekat dengan praktik di dunia kerja. Kemampuan memahami regulasi dan mengelola kewajiban pajak menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki oleh lulusan jurusan lain.
Dari sisi prospek karier, lulusan Perpajakan memiliki peluang kerja yang luas dan cenderung stabil. Kebutuhan tenaga ahli pajak selalu ada, baik di kantor konsultan pajak, perusahaan swasta, lembaga keuangan, maupun instansi pemerintah. Selain itu, lulusan juga memiliki peluang untuk berkarier sebagai konsultan pajak independen atau melanjutkan sertifikasi profesional yang membuka jenjang karier dan pendapatan yang menjanjikan.
4. Jurusan Kriminologi
Kriminologi merupakan jurusan yang mempelajari kejahatan dari berbagai sudut pandang, mulai dari sosial, psikologis, hingga hukum. Meski terdengar menarik, jurusan ini masih tergolong sepi peminat karena sering disalahpahami sebagai bidang yang hanya berkaitan dengan kriminal atau aparat penegak hukum. Padahal, Kriminologi lebih fokus pada analisis penyebab, pola, dan dampak kejahatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama masa studi, mahasiswa Kriminologi dibekali kemampuan berpikir kritis dan analitis untuk memahami fenomena sosial yang kompleks. Materi yang dipelajari mencakup teori kejahatan, perilaku menyimpang, sistem peradilan pidana, serta metode penelitian sosial. Bekal ini membuat lulusan mampu membaca masalah sosial secara objektif dan menyusun rekomendasi berbasis data.
Dari segi jenjang pendidikan, Kriminologi umumnya tersedia pada tingkat Strata 1 dan dapat dilanjutkan ke Strata 2 untuk pendalaman keilmuan dan riset. Lulusan S1 biasanya menyandang gelar S.Sos. atau S.Hum., sedangkan lulusan S2 memperoleh gelar M.Sos. atau M.Hum., tergantung kebijakan perguruan tinggi. Dengan latar belakang tersebut, lulusan Kriminologi memiliki prospek kerja yang cukup luas di lembaga pemerintahan, institusi hukum, lembaga riset, organisasi sosial, hingga sektor swasta yang membutuhkan analisis risiko dan kepatuhan.
5. Jurusan Sosiologi
Sosiologi menjadi salah satu jurusan soshum yang kerap dianggap terlalu teoritis dan kurang menjanjikan dari sisi karier. Anggapan tersebut membuat peminatnya tidak sebanyak jurusan populer lainnya. Padahal, Sosiologi berperan penting dalam memahami pola perilaku masyarakat, perubahan sosial, serta dinamika hubungan antarindividu dan kelompok di berbagai konteks.
Dari sisi jenjang pendidikan, Sosiologi umumnya tersedia pada tingkat Strata 1 dan dapat dilanjutkan ke Strata 2 untuk pendalaman kajian dan riset sosial. Lulusan S1 biasanya menyandang gelar S.Sos., sedangkan lulusan S2 memperoleh gelar M.Sos., tergantung kebijakan perguruan tinggi. Selama perkuliahan, mahasiswa Sosiologi mempelajari teori sosial, struktur masyarakat, konflik sosial, hingga metode penelitian kualitatif dan kuantitatif yang membentuk kemampuan analisis sosial secara mendalam.
Peluang kerja lulusan Sosiologi terbilang cukup luas dan fleksibel. Lulusan dapat berkarier di lembaga pemerintahan, lembaga riset, organisasi non profit, hingga perusahaan yang membutuhkan analisis pasar dan perilaku konsumen. Dengan kemampuan memahami masyarakat secara mendalam, lulusan Sosiologi memiliki peluang kerja yang tinggi meski jurusannya masih tergolong sepi peminat.
6. Jurusan Antropologi
Jurusan Antropologi merupakan bidang studi yang mempelajari manusia secara menyeluruh dari aspek budaya, sosial, dan perilaku. Jurusan ini umumnya tersedia pada jenjang S1 dan S2, dengan gelar S.Ant. untuk sarjana dan M.Ant. untuk magister. Antropologi sering dianggap sepi peminat karena diasosiasikan dengan penelitian budaya tradisional. Padahal, pemahaman manusia dan kebudayaan sangat relevan di berbagai sektor modern.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa Antropologi dibekali kemampuan analisis sosial, penelitian lapangan, dan observasi budaya. Materi kuliah mencakup antropologi budaya, sosial, terapan, serta dinamika masyarakat global. Mahasiswa dilatih memahami perbedaan budaya dan perubahan sosial akibat globalisasi. Keahlian ini penting untuk perencanaan program sosial, kebijakan publik, dan pengelolaan SDM.
Dari sisi peluang kerja, lulusan Antropologi memiliki prospek yang cukup luas dan menjanjikan. Lulusan S1 maupun S2 Antropologi dibutuhkan di lembaga riset, instansi pemerintah, NGO, dan organisasi non-profit. Selain itu, mereka dapat berkarier sebagai peneliti sosial, konsultan budaya, analis kebijakan, atau pendamping masyarakat. Kompetensi analisis manusia membuat lulusan Antropologi relevan di banyak bidang.
7. Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
Ilmu Kesejahteraan Sosial kerap dipandang sebagai jurusan yang hanya berkaitan dengan kegiatan sosial atau bantuan kemanusiaan. Padahal, jurusan ini memiliki peran penting dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat. Ilmu Kesejahteraan Sosial tersedia pada jenjang S1 dan S2, dengan gelar S.Sos. untuk sarjana dan M.Sos. untuk magister. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup individu, keluarga, dan kelompok masyarakat.
Melalui Ilmu Kesejahteraan Sosial, mahasiswa mempelajari teori sosial, metode intervensi, serta kebijakan kesejahteraan. Materi perkuliahan juga mencakup analisis masalah sosial, perencanaan program, dan pendampingan masyarakat. Mahasiswa dilatih melakukan advokasi dan evaluasi kebijakan sosial secara profesional. Bekal ini membentuk lulusan yang mampu merancang solusi sosial yang berkelanjutan.
Peluang kerja lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial tergolong luas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Lulusan dapat berkarier sebagai pekerja sosial, pendamping masyarakat, atau analis kebijakan sosial. Selain itu, mereka dibutuhkan di lembaga pemerintah, LSM, dan organisasi kemanusiaan. Perkembangan isu kesejahteraan menjadikan jurusan ini memiliki prospek kerja yang penting dan menjanjikan.
8. Jurusan Ilmu Sejarah
Ilmu Sejarah sering dianggap sebagai jurusan yang hanya berkutat pada peristiwa masa lalu dan hafalan tahun. Padahal, sejarah berperan penting dalam memahami perkembangan masyarakat dan bangsa secara menyeluruh. Jurusan ini umumnya tersedia pada jenjang S1 dan S2, dengan gelar S.Hum. untuk sarjana dan M.Hum. untuk magister. Kajian sejarah dilakukan secara kritis dan sistematis untuk memahami sebab dan dampak peristiwa.
Dalam perkuliahan, mahasiswa Ilmu Sejarah mempelajari historiografi, metode penelitian sejarah, serta sejarah nasional dan dunia. Mahasiswa dilatih menganalisis sumber primer dan sekunder secara objektif dan mendalam. Kemampuan berpikir kritis dan ketelitian menjadi kompetensi utama lulusan. Keterampilan ini sangat berguna di bidang yang membutuhkan pemahaman konteks dan penalaran historis.
Dari sisi prospek karier, lulusan Ilmu Sejarah memiliki peluang kerja yang cukup beragam. Lulusan S1 maupun S2 Sejarah dapat berkarier sebagai peneliti, arsiparis, kurator museum, penulis, atau tenaga pendidik. Selain itu, mereka dibutuhkan di lembaga kebudayaan, media, pariwisata sejarah, dan instansi pemerintah. Kemampuan analisis dan literasi menjadikan jurusan ini tetap relevan di berbagai sektor.
9. Jurusan Filsafat
Filsafat merupakan jurusan yang mempelajari pemikiran manusia secara mendalam dan mendasar, mulai dari hakikat kebenaran, pengetahuan, hingga nilai moral. Meski sering dianggap abstrak dan kurang praktis, jurusan ini justru membentuk cara berpikir yang tajam dan rasional. Jurusan Filsafat tersedia pada jenjang S1 dan S2, dengan gelar S.Fil. untuk sarjana dan M.Fil. atau M.Hum. untuk magister, tergantung perguruan tinggi.
Selama masa studi, mahasiswa Filsafat dibekali kemampuan berpikir sistematis, logis, dan analitis dalam memahami gagasan-gagasan kompleks. Materi perkuliahan mencakup filsafat Barat dan Timur, logika, etika, epistemologi, serta filsafat ilmu. Proses pembelajaran mendorong mahasiswa untuk mempertanyakan asumsi, menyusun argumen, dan menilai suatu persoalan secara mendalam. Kemampuan ini sangat berguna dalam pengambilan keputusan dan analisis.
Dari segi peluang kerja, lulusan Filsafat memiliki prospek yang cukup luas meskipun sering kurang disadari. Lulusan dapat berkarier di bidang pendidikan, penelitian, penulisan, media, serta kebijakan publik. Selain itu, kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang kuat membuat mereka dibutuhkan di sektor bisnis, konsultan, dan organisasi sosial. Fleksibilitas kompetensi tersebut menjadikan lulusan Filsafat relevan di berbagai bidang profesional.
10. Jurusan Arkeologi
Arkeologi sering dianggap sebagai jurusan yang hanya berkaitan dengan penggalian benda kuno dan peninggalan masa lalu. Pandangan tersebut membuat peminatnya relatif sedikit dibandingkan jurusan soshum lainnya. Padahal, Arkeologi memiliki peran penting dalam memahami sejarah peradaban manusia melalui bukti material. Jurusan Arkeologi umumnya tersedia pada jenjang S1 dan S2, dengan gelar S.Hum. untuk sarjana dan M.Hum.
Dalam perkuliahan, mahasiswa Arkeologi mempelajari metode ekskavasi, analisis artefak, arkeologi prasejarah dan sejarah, serta pelestarian cagar budaya. Mahasiswa juga dibekali keterampilan penelitian lapangan dan analisis data temuan arkeologis. Pembelajaran ini melatih ketelitian, kemampuan observasi, dan pemikiran analitis. Kompetensi tersebut penting untuk menjaga serta menginterpretasikan warisan budaya secara ilmiah dan bertanggung jawab.
Peluang kerja lulusan Arkeologi tergolong cukup luas meski terkesan spesifik. Lulusan dapat berkarier sebagai peneliti, arkeolog lapangan, kurator museum, atau staf pelestarian cagar budaya. Selain itu, mereka dibutuhkan di lembaga pemerintah, pusat riset, dan sektor pariwisata budaya. Meningkatnya perhatian terhadap pelestarian sejarah menjadikan prospek lulusan Arkeologi tetap relevan dan dibutuhkan.
Jurusan Soshum sepi peminat sering kali dipandang sebelah mata, padahal banyak di antaranya memiliki peluang kerja tinggi dan peran strategis di berbagai sektor. Keahlian yang dihasilkan dari jurusan-jurusan tersebut dibutuhkan dalam pemerintahan, lembaga riset, organisasi sosial, hingga dunia usaha. Pemahaman terhadap manusia, kebijakan, dan dinamika sosial justru menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
Memilih jurusan Soshum sepi peminat dengan prospek kerja tinggi dapat menjadi langkah cerdas untuk masa depan karier. Persaingan yang lebih rendah dan kebutuhan tenaga ahli yang terus meningkat membuka peluang berkembang lebih besar bagi lulusan. Dengan kompetensi yang tepat dan kemampuan adaptasi yang baik, jurusan Soshum tetap mampu menawarkan karier yang stabil dan relevan di dunia kerja.


